Categories
Uncategorized

Umroh Ramadhan 30 hari

Umroh Ramadhan

Umroh Ramadhan _Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti menjalankan tawaf di Ka’bah dan sa’i antara Shofa dan Marwah, sesudah mengaplikasikan ihram yang diambil dari miqat. Acap disebut pula dengan haji kecil. Perbedaan umrah dengan haji yaitu pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilakukan sewaktu-waktu (tiap hari, tiap bulan, tiap tahun) dan cuma di Mekkah, padahal haji cuma dapat dilakukan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah sampai 12 Dzulhijjah serta dilakukan sampai ke luar kota Mekkah.

Ada beberapa Prasyarat dalam umrah, yaitu :

•             Beragama Islam

•             Baligh, dan berakal ( baligh yaitu telah dewasa seseorang erdasarkan syariat islam, dan berakal yaitu orang yang sehat lahiriah dan rohani )

•             Merdeka

•             Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan, serta anggaran

•             Ada mahram (khusus bagi wanita)

Rukun

Rukun yaitu sesuatu pekerjaan yang seharusnya dimulai sebelum menjalankan pekerjaan. Rukun juga dapat dikatakan sebagai sendi atau dasar untuk menjalankan sesuatu. Rukun juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang seharusnya dilakukan dalam memulai suatu pekerjaan.  Rukun menurut ajaran Islam yaitu hal yang pokok yang tak boleh ditinggalkan semisal seperti dalam pengerjaan salat yaitu membaca al-fatihah.

Rukun dalam umrah yaitu :

•             Ihram, berniat untuk memulai umrah

Ihrom artinya ber-niat untuk memulai umrah dan umroh itu sendiri amat tergantung dari benar atau tidaknya niat itu. Sebab Niat yaitu salah satu dari rukun umrah dan tak boleh ditinggalkan.

•             Thawaf

prosesi ibadah dimana jamaah mengitari Ka’bah sebanyak 7 kali putaran, tiga putaran pertama dengan lari-lari kecil (apabila mungkin) dan selanjutnya dengan berjalan kaki biasa.

•             Sai

Kamu tentu tahu bukan bahwa Sai yaitu keharusan yang seharusnya dilakukan dikala menjalankan umroh ataupun haji. Sai yaitu salah satu rukun yang dilakukan sesudah jama’ah menjalankan thawaf atau berkeliling ka’bah selama tujuh putaran. Sai lazimnya dilakukan tak jauh dari tempat thawaf, karena itu para jama’ah dapat segera menjalankan Sai apabila thawaf telah selesai.

•             Tahallul

secara harfiah artinya dihalalkan, dalam haji dan umrah maksudnya yaitu dibolehkannya jamaah haji dari larangan/ pantangan ihram.Tahallul disimbolkan dengan mencukur minimal 3 helai rambut

•             Tertib tak mendahulukan yang satu dengan yang lainnya

Seharusnya Umrah

Arti Seharusnya dalam haji/unroh artinya: Amalan yang seharusnya dilakukan dalam umrah. Apabila ditinggalkan ibadahnya resmi tapi seharusnya membayar Dam.

Seharusnya umrah yaitu sebagai berikut:

1. Ihram (niat) menjalankan umrah di Miqat

2. Tidak menjalankan perbuatan yang membatalkan umrah

•             Ihram (niat)

Ihrom artinya ber-niat untuk memulai umrah dan umroh itu sendiri amat tergantung dari benar atau tidaknya niat itu. Sebab Niat yaitu salah satu dari rukun umrah dan tak boleh ditinggalkan.

•             Miqat

Miqat berarti waktu dan tempat yang telah ditentukan untuk menjalankan ihram baik kaitanya dengan ibadah haji ataupun umrah.

Miqat Haji terbagi dua:

1. Miqat zamani: waktu tertentu untuk menjalankan haji yaitu pada bulan Syawal, Dzulqaidah dan sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah (sampai sebelum terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah).

2. Miqat makani: Sebagian tempat untuk memulai ihram dan tak boleh lewat tempat itu tanpa berihram. Miqat tersebut yaitu:  

a.  Miqat yang berihram dari Madinah yaitu Dzuhulaifah (Minuman Ali).

b.  Julfah (Rabigh) Miqat bagi jamaah yang datang dari Syiria, jordania, libanon dan Mesir.

c.  Miqat bagi penduduk Nejed Qornul Manazil.

d.  Miqat penduduk Yaman yaitu Yalamlam sekitar 54 km

e. Miqat penduduk Iraq yaitu Dzatu Irqin

Bagi bertempat di negeri lain maka miqatnya tergantung dari tempat mana ia melaluinya.

Miqat Umrah

Miqat makani umrah sama dengan ibadah Haji, tapi Miqat Zamani (waktu yang diperkenankan untuk Umroh) dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat waktu.

Dan Miqat Makani umroh sama halnya dalam Haji, tapi ada tambahan yaitu, yaitu Ji’ronahatau Tan’im. Bandara keduanya masih di wilayah kota Mekkah.

Miqat Jamaah Indonesia

 Bagi yang berumrah dari Indonesia dengan tujuan Jedah dapat memilih cara:

Mengambil miqat di King Abdul Aziz Melainkan Jeddah. Sebab pandangan ini tak disetujui oleh para Ulama termasuk ulama Saudi. Sebab memang tak disebutkan dalam hadist Nabi Saw, bahwa Jeddah yaitu tempat Miqat.

Bandara yang paling baik yaitu:

1. Berniat beberapa menit sebelum tiba di Melainkan Kota Jeddah, dengan kata lain berniat di atas pesawat sebelum mendarat (lazimnya para pilot memberitahu bahwa pesawat berada diatas Miqat)

2. Ber-miqat di Madinah, yaitu di Minuman ‘Ali dan ini alternative pantas Sunnah Nabi Saw, karena terakhir kali beliau berhaji dengan mengambil Miqot di tempat ini.

Tata Miqat tanpa Ihram

Bandara lewat miqat tanpa ihram seharusnya kembali ke miqatnya semula, apabila tak, maka seharusnya membayar dam atau dapat mengambil cara lain:

1. Kembali ke miqat sebelum menjalankan ibadah umrah

2. Mengambil miqat dari Tan’im atau Ji’ronah.

Memakai dan tata tertib ihram

1. Menjaga kebersihan dan kerapihan tubuh seperti: memotong kuku, merapikan atau mncukur rambut, kumis, jnggot, bulu ketiak, membersihkan segala kotoran, mandi dan berwudlu sesudahnya.

2. Apabila lmbar baju Ihram, yang selembar diterapkan untuk menutupi komponen atas (rida/selendang), kecuali kepala. Selembar lainnya untuk menutupi komponen bawah (izzar/sarung). Bagi pria mengaplikasikan sandal/sepatu yang terlihat mata kaki dan jarinya.  Wanita mengaplikasikan baju yang menutup segala tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

3. Apabila minyak wangi atau sejenisnya dan hindari  menerapkannya sesudah ihram

4. Salat dua rakaat ihram. Apabila salat seharusnya didirikan maka salat ini dianggap penganti salat sunat ihram. Apabila salat sunat ihram dilakukan sesudah salat seharusnya maka hal itu lebih dianjurkan.

5. Membaca Talbiyah dengan suara nyaring di tiap dikala dan situasi, kecuali bagi wanita cukup terdengar oleh diri sendiri.

Larangan ihram

1. Apabila baju berjahit, menutupi kepala, menggunting kuku, mencabut, memotong rambut atau bulu badan. Apabila kuku pecah/rusak boleh dicabut

2. Apabila cadar atau masker bagi wanita dan menjalankan aqad nikah.

3. Apabila aroma sesudah ihram kecuali sisa wangi yang diterapkan sebelum ihram. Menghindari bersolek bagi wanita amat dianjukan, perbuatan tak senonoh, maksiat, mengunjing, berdebat dan membunuh hewan darat yang liar dan halal dimakan.

Bandara diperkenankan Beramal Ihram

1, Mandi, mengosok gigi, menganti kain ihram, menutup muka untuk menghindari debu/pasir, menutup kepala karena lupa, menggaruk kepala/badan, mengaplikasikan sabuk, cincin, tas kecil di pingang, jam tangan, berpayung atau bernaung.

2. Apabila sepatu bagi wanita dan celak mata.

3. Membunuh lalat, kutu, dan semut atau hewan berbisa yang berbahaya. Memakai bantal, sorban yang diterapkan untuk bantal atau alas, mencelupkan kepala ke dalam air, meletakan tangan untuk diciptakan bantal, mengikat kepala dengan kain, meletakan barang diatas kepalanya.

Dam atau Denda

Dam yaitu denda karena melanggar larangan ihram dengan menyembelih kurban atau yang seharga dengannya. Dam dalam umrah yaitu:

1. Meninggalkan tawaf wada.

2. Mencukur, memotong atau mencabut rambut, mengaplikasikan aroma, mengaplikasikan baju yang berjahit, memotong kuku, menutup muka dengan sengaja, mengaplikasikan sarung tangan bagi wanita, seharusnya membayar dam dengan memilih salah satu:

a. Menyembelih seekor kambing  atau yang seharga dengannya

b. Melakukan terhadap 6 (enam) orang miskin dan tiap orang kurang lebih 1.5 kg beras atau makanan yang mengenyangkan.

3. Berpuasa 3 (tiga) hari di tanah suci.

4. Prasyarat diwajibkan membayar dam, tapi umrahnya tetap resmi. Apabila aroma atau baju berjahit karena tak tahu atau lupa, tak mengapa dan tak ada dam atasnya.

5. Akad nikah dalam ihram tak resmi, tapi tak diwajibkan membayar dam dan ihramnya tak batal.

6. Disarankan Rafats, Fusuq dan Jidal ibadah tetap resmi, tapi gugur pahalanya tapi tak diwajibkan membayar dam.

Tawaf dan Syaratnya

Tawaf yaitu mengitari Kabah tujuh putaran yang dimulai dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad yang dihitung satu putaran. Prasyarat Tawaf:

1. Suci dari hadast besar, kecil, najis baik di badan ataupun baju. Wanita haid tak dianjurkan tawaf.

2. Menutup aurat dan menyempurnakan tawaf tujuh putaran.

3. Tawaf terus menerus tanpa stop kecuali ada karena; batal kemudian berwudlu dan meneruskan sisa putaran, dikala salat fardu didirikan dan boleh stirahat bagi yang lelah.

Tawaf dan Sunahnya

 1. Menghadap Hajar Aswad dikala memulai tawaf dan berwudlu.

2. Mengusap sudut Rukun Yamani tanpa mengecup tangan sesudahnya

3. Salat sunat tawaf di Maqam Ibrahim

4. Ramal dan Idthiba. Ramal: lari-lari kecil atau berjalan pesat pada tiga putaran pertama tawaf.Idhtiba: mengepit rida (selendang) dibawah ketiak kanan dan meletakkan ujungnya diatas bahu kiri. Ramal dan Idhtiba cuma disunahkan dikala pertama kali umrah yaitu dikala tawaf qudum (tawaf umrah telah termasuk di dalamnya tawaf qudum apabila diniatkan) dalam satu perjalanan dan tak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Ramal tak disunahkan bagi wanita.

Tawaf  Sunnah

 tawaf dikala menjelang Masjidil Haram sebagai penganti salat tahiyatul masjid tanpa berpakaian ihram dan sai.  memperbanyak tawaf ini karena keutamaannya.

Tawaf wada

Jamaah yang akan meninggalkan Mekah diwajibkan menjalankan tawaf wada tujuh putaran tanpa Sai sesudahnya. Wanita yang sedang haid tak disunahkan tawaf wada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *