Categories
Uncategorized

Survei Energi Saing Daging Kambing Di Indonesia

Energi Saing Daging


Dalam misi pembangunan peternakan antara lain yakni memfasilitasi penyediakan pangan asal ternak yang cukup bagus secara kuantitas ataupun kualitasnya, memberdayakan SDM supaya menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi, menghasilkan kans ekonomi untuk meningkatkan pendapatan, menolong menghasilkan lapangan kerja, dan melestarikan serta memanfaatkan sumberdaya alam penunjang peternakan (Departemen Pertanian, 2001). Salah satu komoditas perternakan yang memenuhi kriteria seperti pada visi daan misi di atas antara lain komoditas domba dan kambing.
Selayaknya Indonesia mampu untuk memenuhi keperluan pangan asal ternak sendiri dan malahan bisa berpotensi sebagai negara pengekspor produk peternakan. Saat hal yang demikian sangat mungkin diwujudkan sebab ketersediaan sumber energi lahan dengan berjenis-macam macam tanaman pakan dan keberadaan SDM yang cukup menyokong. Melainkan demikian, kenyataan memperlihatkan bahwa pembangunan peternakan di Indonesia masih belum berhasil dalam memenuhi keperluan dalam negeri, termasuk rentan terhadap serangan penyakit hewan berbahaya. Saat ini mungkin disebabkan oleh berjenis-macam kelemahan struktural dalam cara pengembangan peternakan. Oleh sebab itu perlu diupayakan untuk mencari teladan pengembangan dan kelembagaan yang pas dan secara ekonomis dan menguntungkan dalam pengaplikasiannya (Ilham, 2006). Dengan demikian seluruh sumber energi yang ada bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menghasilkan produk peternakan dalam jumlah yang cukup, bermutu, harga relatif murah dan mampu bersaing dengan harga jual produk impor bagus di Indonesia ataupun di luar negeri, dan sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan para peternak.

Kondisi Saat Ini


Mengamati ini peternakan di Indonesia relatif jalan di tempat , sebab meski banyak permintaan , tetapi para peternak belum bisa menghasilkan hewan ternak dengan kwalitas yang bagus dalam waktu yang singkat dan dalam keadaan ekonomi yang masih belum stabil .
Berikut yakni teladan salah satu angka populasi ternak di Jawa Timur yang dalam kurun waktu 4 tahun masih belum memperlihatkan kenaikan drastis .

Analisis Penyebab Lemahnya Daya Saing Daging Kambing


Selain isu terkini konsumsi yang ada maka konsumsi daging kambing dan domba dalam negeri hanya berlangsung dengan lonjakan sporadis hanya diperlukan dalam waktu-waktu tertentu saja, meski konsumsi harian akan terus terdesak oleh daging sapi dan daging ayam.
Itu peternak lazimnya memelihara ternaknya secara sederhana dan menggantungkan pada \\’keramahan \\’ alam. Pada siang hari ternak digembalakan di padang rumput , di pinggir jalan atau tempat pertanian, dan pada malam hari dihalau kembali ke kandang. Pakan yang dikonsumsi lazimnya hanya berasal dari sekitar, seperti : rerumputan, limbah pertanian, atau hijauan lain yang bisa disediakan peternak secara tak dipungut bayaran . Kurangnya pengetahuan para peternak inilah yang nantinya bisa membikin kwalitas ternak di Indonesia kurang mampu bersaing dengan hasil ternak yang ada di negara lain yang notabene telah menggunakan pola ternak yang bagus , mulai dari bibit , makanan , dan dari segi kesehatan ternak .

Alternatif Yang Dapat Dilakukan Untuk Peningkatan Daya Saing Daging Kambing Di Indonesia

  • Peningkatan pengetahuan para peternak seputar kesehatan hewan ternak melewati berjenis-macam penyuluhan.
  • Kemitraan antara petani dengan pengusaha dan pedagang besar ternak perlu dioptimalkan supaya petani mendapatkan kans lebih besar untuk memelihara ternak dengan teknologi lebih bagus.
  • Peningkatan pengetahuan masyarakat bahwa daging kambing mempunyai kandungan nutrisi yang bagus bagi kesehatan.
  • Pengembangan ternak di wilayah gerbang ekspor, perlu dipertimbangkan sebab akan bisa meningkatkan potensi ekspor produk ternak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *